pencabut nyawa

Rahasia Petir

Posted on


Agak riskan rasanya untuk mengarungi jalanan di musim hujan seperti sekarang ini. Apalagi bila hujannya sangat deras disertai petir yang menggelegar. Perjalanan pulang kerja atau liburan pun terasa berat dan mendebarkan. Bila melewati kawasan dengan jarak pandang yang luas, sambaran petir dari kejauhan bisa jelas terlihat. Sebuah pemandangan yang indah sekaligus mencekam. Bila sedang bekerja di kantor atau di rumah pun petir bisa bikin ketar-ketir. Pasalnya dengan sekali sambar, modem dan alat listrik bisa rusak karenanya.

petir_20171128_234726
Kilatan cahaya terang yang dihasilkan oleh sambaran petir

“Pencabut nyawa”

Petir sudah sejak lama dijadikan simbol kekuatan. Mulai dari legenda Yunani Dewa Zeus yang menjadikannya sebagai senjata pemusnah musuh, superhero barat The Flash yang memiliki kecepatan cahaya, sampai pada tokoh komik lokal yang menyandang namanya seperti Gundala Putra Petir. Sampai sekarang pun tidak ada manusia yang meragukan kekuatan dari gejala alam yang satu ini. Korban manusia yang tewas tersambar petir masih sering kita dengar di media. Mulai anak-anak desa yang bermain sepak bola di daerah persawahan sampai pejabat di Batam yang tewas tersambar ketika bermain golf.

Petir adalah gejala alam yang bisa kita ibaratkan seperti sebuah kapasitor raksasa yang lempeng positif atau negatifnya adalah awan dan lempeng keduanya adalah bumi yang dianggap netral. Kapasitor tersebut merupakan komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat. Petir terjadi karena adanya perbedaan potensial antara awan dan bumi.

Proses pembentukan muatan pada awan terjadi karena pergerakannya yang teratur dan terus-menerus. Selama pergerakannya itu, awan akan berinteraksi dengan awan lain yang mengakibatkan terkumpulnya muatan negatif pada salah satu sisi atas atau bawah, dan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, akan terjadi pembuangan muatan negatif atau elektron dari awan ke bumi atau sebaliknya. Hal itu terjadi untuk mencapai tingkat keseimbangan. Media yang dilalui oleh elektron tersebut adalah udara sehingga pada saat elektron menembus ambang batas isolasi udara terjadilah ledakan suara.

Ketika langit berawan, tidak semuanya merupakan awan petir. Hanya jenis awan kumulonimbus yang menghasilkan petir. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan karena udara mengandung kadar air tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Adanya awan yang bermuatan positif dan awan yang bermuatan negatif menyebabkan petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan tersebut.

Proses terjadinya petir

Kilat petir terjadi dalam bentuk setidaknya dua sambaran. Pada sambaran pertama, muatan negatif mengalir dari awan ke permukaan tanah. Ini bukanlah kilatan yang sangat terang. Sejumlah kilat percabangan biasanya dapat terlihat menyebar ke luar dari jalur kilat utama. Ketika sambaran pertama ini mencapai permukaan tanah, sebuah muatan berlawanan terbentuk pada titik yang akan disambarnya dan arus kilat kedua yang bermuatan positif terbentuk dari dalam jalur kilat utama tersebut langsung menuju awan.

Dua kilat tersebut biasanya beradu sekitar 50 meter di atas permukaan tanah. Arus pendek terbentuk di titik pertemuan antara awan dan permukaan tanah tersebut, dan hasilnya sebuah arus listrik yang sangat kuat dan terang mengalir dari dalam jalur kilat utama itu menuju awan. Perbedaan tegangan pada aliran listrik antara awan dan permukaan tanah ini melebihi beberapa juta volt.

Daerah rawan petir

Akibat kondisi tersebut, Bumi yang cenderung menjadi peredam listrik statis bisa pula ikut berinteraksi. Hal ini dimungkinkan jika pada suatu luasan tertentu terjadi pengonsentrasian listrik bermuatan positif. Apakah itu di bawah bangunan atau pohon. Ketika beda muatan antara dasar awan dan ujung bangunan atau pohon sudah mencapai batas tertentu, kemungkinan besar akan terjadi perpindahan listrik. Secara fisik, kita akan melihatnya sebagai petir menyambar bangunan atau pohon. Muatan yang begitu besar, selanjutnya akan segera menyebar ke seluruh bagian bangunan atau pohon untuk kemudian menjalar ke tanah dan ternetralisasi pada kedalaman yang mengandung air tanah.

Kondisi seperti itu sudah pasti amat berbahaya bagi orang-orang yang ada di sekitarnya. Jika sambarannya tak terlampau kuat, korbannya paling hanya mengalami cedera atau shock. Namun, jika serangannya kuat, korbannya akan tewas seketika karena selain terbakar, ia akan menjadi “penghantar” listrik yang besarnya mencapai ribuan volt.

Menurut peneliatan, daerah serbuan petir sendiri tak selamanya merupakan daerah yang dinaungi awan-awan besar. Sejumlah kasus menunjukkan bahwa suatu daerah pernah mendapat sambaran petir hebat, meski langit di atasnya bersih dari awan. Contoh paling ekstrim yang pernah dicatat terjadi di Hereford, Inggris. Suatu ketika petir kuat menyambar sebuah gedung setelah petir ini menempuh perjalanan sekitar lima mil dari pusatnya. Dari kejauhan sejumlah saksi melihatnya sebagai pemandangan yang begitu indah sekaligus mengerikan. (Handbook of unusual Natural Phenomena, 1986).

Itu sebabnya di musim hujan kita lebih baik tak usah bermain-main di wilayah terbuka atau bernaung di bawah pohon. Ini semata-mata untuk menghindar dari kemungkinan yang tak diinginkan. Sebab, kita tak pernah bisa menduga apakah tanah yang sedang pijak telah berpotensi menjadi penarik petir atau tidak.

Rudi Haryanto S.Si.

Advertisements