Healthy

Kecanduan Pornografi adalah Penyakit

Posted on Updated on


Kecanduan pornografi mungkin lebih sering dipandang sebagai suatu kelemahan moral atau bentuk hiburan semata. Tapi menurut saya pribadi kecanduan pornografi lebih berbahaya ketimbang kecanduan ganja ataupun nikotin. Hal ini didukung dengan pendapat seorang ahli yang menyatakan kecanduan pornografi layaknya kecanduan bahan kimia, dan termasuk penyakit yang merusak otak.

Kecanduan pornografi adalah kecanduan yang paling sulit untuk diobati, karena kecanduan ini menyerang ‘jantung’ kemanusiaan. Hal ini karena seksualitas merupakan pendorong utama dari kepentingan manusia.

“Pornografi adalah racun yang sempurna,” ujar Gordon S. Bruin M.A., L.P.C, pendiri dan presiden InnerGold Counseling Services Inc., seperti dilansir dari HubPages, Senin (14/6/2010).

Bruin yang selama 18 tahun telah banyak menangani pasien kecanduan bahan kimia seperti alkohol, heroin, kokain, methamphetamine, marijuana, dan termasuk pornografi, memandang kecanduan pornografi sebagai penyakit otak layaknya kecanduan bahan kimia.

Kecanduan terjadi ketika otak secara fisik telah menguasai pikiran. Pikiran adalah intelijen yang frustrasi karena kehilangan kontrol. Ini adalah bagian yang menghasilkan perasaan benar atau salah, karena otak secara fisik tidak memiliki konsep benar atau salah.

Kecanduan adalah kondisi yang mana secara fisik dan kimia otak memaksa seseorang melakukan suatu perilaku tertentu tanpa adanya keterlibatan pikiran atau hati nurani.

Tapi karena kekuatan dari sistem limbik otak (salah satu sistem pada struktur otak) dan kapasitas untuk menaungi bagian moral dan rasional dari otak, banyak orang yang mengklaim bahwa pornografi adalah perilaku yang normal atau sebagai hiburan semata.

Pada dasarnya, satu-satunya perbedaan antara kecanduan narkoba, seperti heroin atau kokain dengan pornografi adalah cara memasuki sistem. Otak merespons informasi yang diterima melalui mata lebih cepat ketimbang dari sumber lain. (nah, catet, minum obat ato mabok2an mending, gak langsung tokcer nyemarin otak,ilang akal, pornografi lebih sadis, nanodetik, 1/1.000.000.000 detik.)

Informasi visual diproses di sistem limbik dalam waktu nanodetik (sepuluh pangkat minus sembilan detik). Inilah sebabnya mengapa kecanduan pornografi menjadi masalah besar.

Informasi visual diproses lebih cepat daripada informasi indera yang lain, bahkan respons heroin atau kokain sekalipun jauh lebih lambat.

Selain visual, hormon oksitosin juga berperan pada kecanduan pornografi. Oksitosin dapat menciptakan rasa bersatu dan kebersamaan selama berhubungan seksual.

Namun ketika hormon ini dilepaskan melalui hubungan seksual tanpa pasangan seperti cara-cara melihat gambar seksual alias pornografi, penerima oksiton dibiarkan merasa sendirian, depresi, dan bingung, walaupun disertai pelepasan dopamin (hormon pemicu rasa senang).

Oksitosin adalah suatu bahan kimia ‘lem’ yang mencari sesuatu ikatan. Pornografi adalah kekuatan oksitosin, yang menyebabkan perasaan kosong dan kebingungan bagi semua orang yang melakukannya. Dan ini membuat kecanduan pornografi sebagai penyakit otak.

source: http://health.detik.com/

*tambahan pribadi,
hormon dophamine adalah hormon yang memberikan kita sensasi rasa senang, dan hormon itu bersifat adiktif, nagih, nyandu, sekali waktu bisa aja kita ‘seneng’ cuman dengan liat bokep doang, tapi kalo keseringan, lama-kelamaan sensasi seneng atau puasnya itu akan berkurang, dan tubuh akan serasa dipaksa untuk mencari sumber pelepasan hormon dophamine yang lebih besar lagi untuk memenuhi permintaan otak, misalnya dengan langsung melakukan free sex atau perkosaan.

temen ane pernah bilang, mata ngeluarin belek, telinga ngeluarin conge, idung ngeluarin ingus ama upil, mulut ngeluarin iler, kubul ngeluarin kencing, dubur ngeluarin feses. jaga semua anggota badan berlubang itu agar hidupmu selamat. mata jangan dipake nonton atau lihat yang gak-gak, telinga jangan dipake dengerin gosip mulu, idung jangan dipake nyium lem aibon mulu, mulut jangan dipake bergosip atau ngebohong mulu, kubul jangan dilepasin atau diobralin gitu aja, dubur jangan… ah… kaum nabi luth macam olga pasti tau. wkwkwkwk.

Ikatan Emosional yang Baik Cegah Gangguan Emosi Anak

Posted on Updated on


Pengasuh rubrik konsultasi paedagogi yang saya hormati. Saya mempunyai putra usia 3,5 tahun dan baru masuk playgroup. Perilakunya emosional, egois, suka menolak pada nasehat kami. Anak kami juga cenderung belum mandiri melakukan kegiatan sehari-hari, seperti: makan, berpakaian, mengambil, dan menyimpan barang mainannya sendiri. Selain itu, ia juga mengalami kesulitan untuk bergaul dan bermain bersama teman sebayanya, sering mengalami kesulitan untuk beradaptasi dalam sosialisasi teman sebayanya, dan mudah tersinggung.

Semua yang dia lakukan harus kami layani dan penuhi. Ketika terlambat memenuhi apa yang dia inginkan, ia langsung marah dan berteriak sambil menangis. Tindakan apakah yang harus kami lakukan untuk menangani gangguan emosi yang dialami oleh anak kami tersebut, supaya anak kami tidak menimbulkan keributan di rumah atau di sekolah? Terima kasih atas tanggapan Bapak Pengasuh rubrik ini.

Salam,

Purie Wanty di Bandung.

Putra Ibu Purie mengalami gangguan emosi (emotionally disturbed), biasanya anak seperti ini sering mengalami konflik baik dengan orang lain maupun dengan diri sendiri. Mereka mengalami kesulitan untuk bergaul, belajar, dan beradaptasi dengan teman sebayanya. Juga mudah tersinggung, kurang mandiri dalam melakukan kegiatan sehari-hari sesuai dengan usia perkembangannya. Gangguan emosi ini terkadang lazim ditemui pada anak-anak usia di bawah lima tahun (balita). Namun, jika perilaku tersebut masih bertahan sampai ia bersekolah TK atau SD, bisa jadi ada yang salah dengan pola asuh orangtuanya.

Ada empat faktor utama penyebab gangguan emosi pada anak, yaitu: 1) Gangguan biologis dan penyakit, 2) Lingkungan keluarga, 3) Lingkungan sekolah, 4) Pengaruh budaya yang negatif. Penyebab ini sifatnya kompleks dan jamak. Jadi tidak mungkin hanya satu faktor saja yang menjadi penyebab timbulnya gangguan emosi.

Penanganan masalah gangguan emosi harus dilihat dan dilakukan secara menyeluruh, artinya semua pihak, termasuk guru dan orangtua serta lingkungan sekitar, karena kelemahan anak yang mengalami gangguan emosi adalah ketidakmampuan menguasai keterampilan sosial. Orangtua dan guru diharapkan dapat mengajarkan bagaimana cara menanggapi perasaan orang lain dan perasaan dirinya sendiri serta perilaku yang tepat dalam bertingkah laku dalam suatu lingkungan. Misalnya dengan cara melatih mengungkapkan perasaan yang dirasakan, senang, sedih, marah, gembira, dan perilaku sepertia apa yang harus dilakukan ketika ada teman yang mengambil barang tanpa minta izin dll.

Bentuk pembelajarannya bisa berupa role play. Dengan demikian, anak mendapatkan model perilaku yang positif dengan mengetahui bagaimana harus bersikap dalam situasi sosial tertentu. Teknik lain adalah mengatasi gangguan emosi pada anak kita dengan mengampilkan tingkah laku positif sebagai model dalam merespons perilaku emosional dan membantu anak berlatih menampilkan perilaku nonemosional. Menerapkan hukuman juga merupakan pilihan mengatasi gangguan emosi yang terjadi.

Langkah-langkah dan teknik penganganan masalah gangguan emosi anak meliputi latihan, permainan, saran dan nasihat, pengondisian (conditioning), model peniruan (modeling and imitation), serta konseling. Untuk membantu mempermudah orangtua dan guru dalam menangani permasalahan emosi yang dihadapi anak, bersikaplah penuh kesabaran, kasih sayang, perhatian, ramah, dan bertoleransi terhadap anak, menghargai anak, memberi kebebasan pada anak, serta menciptakan hubungan yang akrab dengan anak.

Jangan ragu mengekspresikan cinta anda untuk si buah hati. Ikatan emosional yang baik antara orangtua dan anak harus dikembangkan sedini mungkin karena berdampak jangka panjang dalam kehidupan anak. Anak-anak yang memiliki bonding atau ikatan yang kuat dengan orangtuanya lebih jarang memiliki gangguan emosi atau perilaku di usia sekolah.

Kedekatan emosional dengan anak ternyata punya manfaat yang sama jika dibangun oleh kedua orangtua atau orangtua tunggal. Masa yang dianggap penting untuk membangun bonding adalah dua tahun pertama kehidupan anak.

“Periode dua tahun pertama sangat penting untuk perkembangan emosional dan sosial anak, setidaknya salah satu orangtua harus meluangkan waktunya untuk melakukan bonding. Yang menarik, ternyata efek ikatan yang erat pada anak dengan orangtua tunggal memiliki perkembangan emosional yang sama dengan anak dengan orangtua utuh. Rasa aman dan hubungan yang positif dengan salah satu orangtua sebenarnya sudah memenuhi kebutuhan anak akan rasa aman sehingga cukup sebagai fondasi bagi perkembangan emosinya.

Dr Hidayat, Dpl, SEd, MSi. (Dosen PKhFIP dan Pascasarjana UPI)

Apakah Saya Masih Bisa Punya Anak?

Posted on Updated on


hatta-anak-saya-masih-sakit-belum-bisa-diperiksa-polisi

Dokter yang terhormat,

Saya menikah sudah sepuluh tahun, usia saya sekarang 45 tahun. Sewaktu menikah saya janda dengan dua anak yang sudah besar-besar dan suami saya perjaka dan berusia sepuluh tahun di bawah saya. Saya sedang resah karena suami terus berharap ingin mempunyai anak sendiri, bahkan tersirat suami ingin bercerai jika saya tak memiliki anak lagi. Menstruasi saya masih teratur meski jumlahnya tak banyak lagi. Satu hal lagi, beberapa tahun lalu saya memiliki miom di rahim, namun karena takut dioperasi saya berobat alternatif dengan ramuan-ramuan herbal dan miom mengecil. Yang ingin ditanyakan, apakah saya masih bisa hamil? Bagaimana agar bisa hamil lagi? Apakah jika saya hamil akan bermasalah? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

Ny Ningtyas – Kabupaten Bandung.

Ibu Ningtyas yang terhormat,

Sesungguhnya tidak ada dokter yang dapat menyatakan ibu dapat atau tidak dapat hamil, karena Allah semata yang dapat mewujudkannya. Dokter hanya dapat menilai apakah syarat-syarat untuk hamil pada kedua pasangan suami istri sudah terpenuhi, antara lain keadaan rahim, saluran telur, ada tidaknya ovum yang matang dan keadaan sperma. Semuanya dapat diperiksa dan secara teori dapat menggambarkan apakah ibu masih dapat dihamili dan apakah sperma suami ibu dapat menghamili. Walaupun ibu sudah pernah hamil, dan haid masih teratur (umumnya menunjukkan ibu masih subur), belum tentu saluran telurnya saat ini baik. Sebaliknya meskipun saat menikah suami ibu masih perjaka, belum tentu tidak ada kelainan sperma atau hal lain yang berhubungan dengan kesuburan pria (misalnya varikokel). Pemeriksaan kesuburan umumnya baku, dan pasangan suami istri harus memeriksakan diri.

Segera hubungi seorang ginekolog khususnya konsultan fertilitas-endokrinologi-reproduksi agar ibu dan suami segera mendapat pelayanan yang tepat dan terarah. Fasilitas pemerintah (di RSHS), sangat direkomendasikan mengingat pengalaman para dokter dan jumlah kasus yang sudah dilayani yakni di Klinik Aster-RSHS. Semoga harapan ibu dan suami segera dikabulkan Allah SWT. Amin.

Dokter yang terhormat,

Dok, saya ibu muda berusia 27 tahun dan belum memiliki anak, meski sudah tiga tahun menikah. Sekitar satu bulan ini saya memiliki sedikit masalah dengan payudara sebelah kiri. Ada benjolan kecil (dua buah), tetapi kata dokter ukurannya di bawah 1 cm dan tidak berbahaya pula jadi tidak perlu diangkat. Saya khawatir benjolan-benjolan itu timbul akibat hormon yang dikonsumsi saya dalam waktu cukup panjang karena hampir setahun lalu saya mengikuti program untuk bisa hamil dan dokter memberi sejumlah hormon untuk merangsang kesuburan. Yang ingin saya tanyakan, apakah benjolan tadi memang timbul akibat konsumsi hormon? Terima kasih atas jawabannya.

Ny Susi – Ciamis

Ibu Susi yang terhormat,

Pada umumnya tumor jinak payudara pada wanita muda adalah fibroadenoma mammae, yang tumbuhnya perlahan, batasnya tegas, dan mudah digerakkan (tidak ada perlekatan dengan jaringan sekitarnya). Diduga tumor jinak ini ada kaitannya dengan pemakaian hormon estrogen yang berlebihan, namun belum tentu akibat terapi hormon yang diberikan oleh dokter ibu untuk pemeliharaan kesuburan (biasanya bukan diberi estrogen). Walaupun demikian, ada baiknya ibu mengunjungi seorang onkolog (spesialis tumor), agar yakin bahwa tumor yang diderita ibu, jinak. Tumor jinak biasanya mempunyai derajat kecepatan pertumbuhan yang rendah yang dapat diperiksa dengan pemeriksaan rutin, USG atau mamografi, kadang dibutuhkan pemeriksaan histopatologi untuk memastikan diagnosis. Apabila tumor tersebut benar fibroadenoma, kemungkinan ibu mempunyai tumor ganas (kanker) payudara sangat kecil.

Menambah konsumsi sayuran dan buah-buahan serta hidup sehat akan mengurangi kemungkinan ibu mendapat tumor.

Prof. Dr. dr. Sofie Rifayani Krisnadi, SpOG.