Author: azuiway

Seharusnya Bandung Bebas Banjir “Cileuncang”!

Posted on


Saat ini, kalau hujan turun sebentar saja, jalan-jalan di Kota Bandung langsung tergenang banjir cileuncang. Ada tiga penyebab utama, pertama karena air hujan yang tercurah ke ruas jalan itu tidak diimbangi dengan besar parit pinggir jalan yang mampu menampung jumlah air itu. Kedua, kalaupun ada parit, ukurannya kecil, atau sudah penuh dengan tanah dan sampah, dan ketiga, tertutupnya saluran air dari jalan ke parit.

25
Antara perempatan Jln. Soekarno-Hatta dan Jln. Terusan Pasirkoja yang setiap kali hujan turun agak besar dan lama, hampir pasti daerah itu langsung tergenang banjir “cileuncang”

Dalam pelajaran sains di sekolah dasar, disebutkan bahwa air mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Prinsip itulah yang mendasari pembuatan jalan di tempo dulu. Air yang jatuh di permukaan jalan akan segera mengalir ke pinggir jalan, lalu masuk ke parit-parit yang ada di sepanjang pinggir jalan tersebut. Dengan cara itulah tidak akan ada air yang tergenang di jalan, sehingga kerusakan jalan dapat dikurangi, dan ongkos sosial yang harus ditanggung masyarakat dapat dikurangi sekecil-kecilnya.

Namun, keadaan telah jauh berubah. Keadaan ini semakin diperparah dengan ketidakpahaman para pemborong dan masyarakat Bandung, bahwa air akan mengalir ke tempat yang lebih rendah, sehingga saluran ke parit-parit di pinggir jalan banyak yang ditutup rapat, sehingga jalan menjadi saluran air. Ini terjadi hampir di banyak tempat di Kota Bandung, malah sempadan jalan dibuat miring ke jalan, bukan ke arah parit, dengan tidak membuat saluran bagi jalan air ke parit. Jangan heran, bila hujan turun sebentar saja, banjir cileuncang akan segera menggenang perkotaan.

Kita bisa menyaksikan bagaimana pelebaran Jalan Soekarno-Hatta. Parit dibuat cukup namun lubang saluran ke parit tidak sebanding dengan volume air yang tercurah di jalan itu. Lubang saluran ke parit itu sudah ada namun dibuat hanya sekadarnya. Padahal perhitungan berapa besar parit dan lubang saluran itu sangat sederhana. Tinggal mengalikan besaran curah hujan dengan lama waktu hujan, lalu dikalikan dengan luas bidang jalan, maka volume air akan dapat dihitung di ruas jalan itu, ditambah masukan air dari kawasan terbangun yang mengalir ke sana.

Hitungan sederhana itu tidak digunakan, sehingga lubang-lubang air dari jalan ke parit dibuat sangat pongpet, sangat kecil. Lubang itu tak mampu lagi menampung volume air yang tercurah di sana. Lihat di Jalan Lengkong Besar kalau hujan mengguyur. Di jalan itu dan sekitarnya akan digenangi cileuncang, padahal tak jauh di selatannya ada Cikapundung.

Demikian juga di Jalan Suci, pembuatan beton pinggir jalan lupa membuat lubang pembuangan, sehingga sodetan kecil dari jalan ke parit yang sudah dahulu dibangun menjadi mubazir, tertutup tanah tak berfungsi lagi. Atau di simpang lima Terusan Pasirkoja dengan Jalan Soekarno-Hatta sisi utara. Parit di sana tak ada kelanjutan pembuangannya, sehingga bila hujan tiba, belokan di sana langsung tergenang. Di Jalan Leuwipanjang pun sama, parit pinggir jalan keadaannya sudah mendangkal, sehingga jalan di sana selalu tergenang bila hujan tiba. Demikian juga jalan utama seperti Jalan Asia-Afrika, Jalan Dago, Jalan Cihampelas, Jalan A. Yani, dan jalan-jalan lainnya.

Ada juga jalanan yang selalu digenangi cileuncang karena memang di jalan tersebut sudah tak terdapat lagi parit sebagai wadah mengalirnya air yang memadai. Lihat saja di Jalan Kopo di sekitar Sukaleueur. Bila hujan, dapat dipastikan jalanan akan tergenang. Demikian juga di Jalan Terusan Pasirkoja, Sukajadi, Gatot Subroto-Binong, Ciateul, Cicadas, dan banyak lagi. Air bukan lagi mengalir di parit, namun membanjir ke jalan-jalan, seperti di Jalan Merdeka depan BIP, di beberapa ruas Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Sukajadi, Setiabudi, Kosambi dan banyak lagi.

Jalan Cihampelas yang menurun ke selatan dan ada sungai di sisi timurnya, bila pembuatan parit pinggir jalannya memenuhi syarat, sesungguhnya di jalan pusat jeans itu tak perlu banjir. Gang dan jalan yang ke luar dari jalan itu yang mengarah ke Cikapundung, di bawahnya dapat dijadikan saluran air, sehingga tidak semua air menuju ke arah perempatan jalan Cihampelas dengan Jalan Abdul Rivai.

Kalau mengamati penampang utara-selatan antara perempatan Jalan LLRE Martadinata dengan Jalan Merdeka hingga Citarum, terdapat beda tinggi 66 meter. Perbedaan ini sesungguhnya lebih dari cukup untuk mengalirkan cileuncang secara nyeot, (mengalir deras). Apalagi di tengahnya ada Cikapundung yang beda tingginya 30 meter. Demikian juga jalan-jalan lainnya yang mengarah utara-selatan.

Lalu, mengapa Kota Bandung selalu tergenang banjir begitu hujan datang? Adanya banjir cileuncang adalah cermin ketidakseriusan pengelola kota dalam mengurus air genangan. Jangan-jangan hal itu dianggap sebagai kejadian rutin yang tidak memerlukan penanganan. Dan, masyarakat akan mafhum, bahwa hal itu terjadi pada saat musim hujan.

Kelalaian pemerintah dan ketidakpahaman masyarakat telah mengakibatkan banyak kerugian yang diderita warga kota, selain fasilitas umum menjadi cepat hancur. Harga sosial akibat banjir cileuncang ini juga sangat mahal, meliputi kemacetan yang luar biasa, bukan saja kerugian ekonomi dan mental, melainkan juga kerugian lingkungan. Berapa ribu liter bensin terbuang percuma saat terjebak kemacetan, disertai lepasnya kadar pencemar yang semakin menyesaki kota. Berapa kerugian karena kendaraan rusak sehingga harus ke bengkel. Begitu banyak orang yang terganggu perjalanannya, terlambat datang di kantor atau sekolah dan kuliah dengan segala akibat rentetannya.

Normalisasi parit pinggir yang baik kualitas dan cukup daya tampungnya, serta membuat saluran-saluran yang memadai besarnya dari jalan ke parit, tindakan ini dapat membantu mengeringkan banjir cileuncang di jalanan Kota Bandung. Kalau tidak, jalanan berubah menjadi sungai, warga kota harus menanggung ongkos sosial yang mahal. Dan, citra sebuah kota akan menjadi rusak, menjadi “Bandung Lautan Cai. Lautan Cileuncang”!

T. Bachtiar

Advertisements

Sirius, “The Dog Star”

Posted on Updated on


Sebuah kitab kuno dari India memuat kisah tentang kemunculan Sirius, bintang paling terang di langit malam. Tertulis bahwa kelima bersaudara Pandawa Lima melakukan perjalanan dalam usaha mereka menemukan pintu gerbang nirwana. Dalam perjalanan tersebut turut serta seekor anjing yang dengan setia menemani. Sedemikian beratnya perjalanan yang mereka tempuh, membuat keempat kesatria yang berusia lebih muda tidak mampu mencapai pintu gerbang tujuan. Hanya saudara tertua Pandawa Lima, Yudhistira, dengan langkah-langkah kecilnya ditemani juluran lidah sang anjing yang masih mampu melanjutkan perjalanan berat tersebut.

Ketika pada akhirnya sepasang manusia dan hewan ini tiba di gerbang nirwana, Batara Indra berkenan untuk menyambut mereka. Dikisahkan terjadi dialog antara Yudhistira dan Indra menyangkut nasib anjing yang turut serta dalam perjalanannya itu. Mengetahui bahwa anjing terlarang untuk memasuki nirwana, Yudhistira lebih memilih untuk kembali pulang bersama anjingnya tersebut.

Namun, di tengah perjalanan pulang, terdengar oleh Yudhistira sebuah suara yang meminta ia dan anjingnya untuk memasuki nirwana dengan aman sentosa. Disebutkan, bahwa rasa saling mengasihi di antara manusia dan hewan tersebutlah yang telah mampu membuat pintu gerbang nirwana terbuka lebar bagi mereka. Untuk merayakan kedatangan Yudhistira di nirwana, Batara Indra merangkai sejumlah bintang membentuk rasi anjing yang menghiasi langit malam. Di bagian jantung rasi tersebut, hingga kini kita masih melihat The Dog Star, atau yang dikenal dengan nama Sirius (dari bahasa Yunani seirios yang berarti “menghanguskan”).

23
Rasi Canis Major (Anjing Besar), salah satu rasi utama di langit belahan selatan.

Berada di rasi bintang Canis Major (anjing besar), selain dikenal sebagai bintang paling terang di langit malam (magnitudo -1.4), Sirius juga termasuk salah satu bintang terdekat dengan Bumi, yaitu pada jarak kurang dari 9 tahun cahaya (1 tahun cahaya setara dengan 9.5 triliun kilometer). Dengan massa sekira 2.3 kali massa Matahari (massa Matahari: 2 x 10 pangkat 30 kilogram), Sirius adalah bintang deret utama seperti Matahari kita, yaitu bintang yang masih menjadikan hidrogen di pusatnya sebagai bahan bakar utama dalam proses pembangkitan energi. Temperatur Sirius lebih tinggi daripada Matahari, yakni tidak kurang dari 9.600 derajat Celcius. Dengan temperatur sebesar itu, daya yang dipancarkan seluruh permukaan bintang ini mencapai 22 kali lebih besar daripada yang dihasilkan Matahari (daya Matahari: 386 x 10 pangkat 24 Watt!).

Menariknya, dari pengamatan astrometri diketahui bahwa gerak Sirius di dalam ruang tidak mengikuti lintasan berupa garis lurus melainkan berkelok-kelok.

Ketidakteraturan gerak Sirius tersebut telah membuat astronom Jerman, Friedrich Bessel, meyakini bahwa bintang ini memiliki pasangan yang tak terlihat sehingga membentuk sebuah sistem bintang ganda. Meski telah diyakini keberadaannya, bintang pasangan Sirius tersebut baru berhasil diamati 18 tahun kemudian, yaitu pada tahun 1862, oleh Alvan G Clark seorang astronom berkebangsaan Amerika. Belakangan diketahui bahwa Sirius B, sebutan untuk pasangan bintang Sirius tersebut, adalah sebuah bintang Katai Putih (white dwarf), yaitu pusat sebuah bintang yang telah mengembuskan selubung gasnya.

Sedemikian cemerlangnya Sirius di langit malam membuat objek langit yang satu ini dikenal di banyak kultur bangsa sebagai penanda waktu masa panen dan perayaan. Orang-orang mesir kuno sudah mengetahui, manakala Sirius terbit di ufuk timur sebelum terbitnya Matahari (heliacal rising) menjadi pertanda akan datangnya banjir tahunan Sungai Nil yang sekaligus menjadi pertanda awal tahun dalam kalender mereka dan waktu untuk mempersiapkan diri memasuki musim tanam. Bahkan, banyak kuil di Mesir yang dibangun sedemikian rupa sehingga memungkinkan sinar dari Sirius mencapai kamar di bagian dalam kuil. Kehadiran Sirius di langit siang menemani teriknya sinar matahari yang membakar, membuat hari-hari sepanjang musim panas disebut pula sebagai “dog-days”.

24
Formasi Segitiga Musim Dingin yang dibentuk oleh tiga bintang terang dari ketiga buah rasi.

Sejak awal tahun ini, kita dapat menyaksikan kehadiran rasi Canis Major (Anjing Besar) dan Canis Minor (Anjing Kecil) pada awal malam dengan posisi yang sudah cukup tinggi di arah timur. Sirius di Canis Major, Procyon di Canis Minor, dan Betelgeuse di Orion (Sang Pemburu), membentuk formasi segitiga. Oleh penduduk Bumi di belahan utara yang memiliki empat musim, kehadiran formasi tersebut di langit malam mereka, dikenal sebagai Winter Triangle (Segitiga Musim Dingin).

Pada malam yang cerah, bila kita perhatikan posisi Sirius dan Procyon terpisahkan oleh “pita putih” yang tidak lain adalah Bima Sakti. Menurut sebuah legenda Arab, kedua bintang terang tersebut adalah dua orang perempuan kakak beradik. Pada suatu hari mereka bermaksud menyusul saudara laki-laki mereka ke ladang. Malang bagi keduanya, mereka tersesat dan tidak tahu jalan menuju ke ladang maupun kembali pulang. Ketika pada akhirnya mereka menjumpai sebuah sungai yang lebar, Sirius, sang kakak, melompat ke dalam air dan berenang menuju ke seberang sungai. Sementara itu, Procyon yang takut air tetap tinggal di belakang, yang membuatnya terpisah dari saudara perempuannya. Procyon yang merasa sedih tak kuasa menahan tangis pilu. Kedua kakak beradik tersebut hingga kini terlihat di sisi yang berseberangan dari sungai di angkasa, Bima Sakti. Dalam legenda tersebut dikatakan bahwa air mata Procyonlah yang membuat datangnya banjir tahunan Sungai Nil.

Meski budaya langit di nusantara tidak mengagungkan Sirius, bukan berarti leluhur kita tidak memiliki pemahaman penerapan praktis dari kegiatan mengamati langit. Menarik untuk membuka lembaran sejarah masa silam bagaimana manusia memiliki keterikatan dengan langit. Contoh nyata adalah yang dipraktikkan oleh para petani di tanah Jawa hingga beberapa dekade yang lalu.

Dulu, pada senja hari di bulan Februari, untuk menentukan waktu tabur benih seorang petani akan berdiri menghadap sawah ke arah timur dengan genggaman tangan yang penuh butiran gabah. Segera setelah langit mulai gelap untuk dapat mengesani bintang-bintang yang muncul di awal malam, ia akan mengarahkan lengannya ke arah tiga bintang terang (Alnitak, Alnilam dan Mintaka) di Rasi Orion (Waluku/Alat Pembajak).

Kemudian, ia akan membuka genggaman tangannya, bila saat itu butiran-butiran gabah jatuh ke bumi, hal tersebut menjadi pertanda dimulainya waktu menebar benih. Contoh ini menjadi bukti tentang eksistensi hubungan primordial antara manusia dan kosmos yang terus diwariskan sehingga manusia masa kini pun masih berkepentingan untuk tetap dapat menikmati indahnya langit malam.

Judhistira Aria Utama, M.Si.

Berbisnis Dengan Software Open Source

Posted on


Siapa bilang perangkat lunak open source haram hukumnya untuk diajak berbisnis? Meskipun bersifat free, perangkat lunak open source ternyata memiliki peluang bisnis yang sangat besar. Namun sayangnya, peluang besar ini belum diketahui oleh banyak orang di Indonesia. Selain karena keterbatasan informasi, masih banyak orang yang salah paham dengan istilah freenya open source yang berarti bebas, bukan gratis. Sehingga wajar saja apabila banyak orang menganggap open source tidak mempunyai nilai bisnis.

22

Tentang open source

Open source merupakan model pengembangan perangkat lunak yang dilakukan secara bersama-sama dan mengharuskan terbukanya kode sumber (source code) dari sebuah perangkat lunak. Awalnya dikenal dengan sebutan perangkat lunak bebas (free software) yang dicanangkan oleh Richard Stallman pada tahun 1985 guna mematahkan monopoli perangkat lunak. Namun pada tahun 1997, sekelompok elit Free Software Foundation (FSF) sepakat untuk menggunakan istilah open source karena istilah free dianggap berkonotasi negatif dan tidak menjual.

Usaha mereka untuk merangkul kalangan industri agar ikut berpartisipasi dalam mengembangkan ide-ide FSF berhasil. Beberapa industri teknologi informasi besar saat itu mulai menunjukkan perhatiannya pada open source. Untuk melindungi hasil karya perangkat lunak open source, kemudian didirikanlah Open Source Organization dan mendefinisikan pendistribusian perangkat lunak open source dalam The Open Source Definition yang memiliki semangat yang sama dengan GNU GPL yang digunakan oleh perangkat lunak bebas, namun dengan sedikit kelonggaran.

Model bisnis

Model bisnis open source sangat berbeda dengan bisnis barang konvensional yang biasa terjadi di masyarakat. Dalam bisnis konvensional di masyarakat, pembeli akan membayar sesuai dengan nilai barang yang dijual. Di dunia perangkat lunak proprietary, nilai barang merupakan harga lisensi perangkat lunak.

Karena perangkat lunak open source bebas digunakan dan tidak menjual harga lisensi perangkat lunak, maka model bisnisnya adalah dengan memberi dukungan secara komersil kepada pengguna. Ada banyak model bisnis open source yang dikenal di dunia saat ini. Beberapa model diantaranya ada yang cocok diimplementasikan di Indonesia.

1. Distribusi perangkat lunak open source

Distribusi perangkat lunak open source biasanya dilakukan melalui media internet. Namun, di Indonesia media ini masih sangat mahal dan terbatas. Situasi ini memungkinkan untuk berbisnis dengan menyediakan CD dan DVD perangkat lunak open source. Namun dengan catatan, yang diperjualbelikan bukanlah harga perangkat lunak, tetapi harga dari produksi membuat medianya, yaitu CD dan DVD.

2. Instalasi dan konfigurasi perangkat lunak open source

Memasang (instalasi) perangkat lunak open source memang mudah. Tetapi, layanan untuk instalasi dan konfigurasi open source adalah salah satu layanan yang paling banyak diminta oleh pengguna yang ingin bermigrasi ke open source. Alasannya, karena layanan ini dapat memperkecil resiko hilangnya data akibat kesalahan pemasangan perangkat lunak open source oleh pengguna awam.

3. Dukungan teknis perangkat lunak open source

Salah satu hambatan yang menyebabkan orang enggan beralih ke open source adalah tidak adanya dukungan teknis untuk open source. Berbeda dari perangkat lunak proprietary yang menyediakan dukungan adalah pembuatnya, perangkat lunak open source memungkinkan setiap orang untuk menyediakan dukungan teknisnya. Layanan ini cukup banyak dibutuhkan oleh pengguna open source dan merupakan bisnis yang cukup menjanjikan saat ini.

4. Modifikasi dan kustomisasi perangkat lunak open source

Keunggulan perangkat lunak open source salah satunya adalah mudah untuk dimodifikasi dan dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan pengguna. Di sisi lain, pasar di Indonesia umumnya menuntut perangkat lunak yang mudah, sesuai dengan kebutuhan, dan dengan harga yang terjangkau. Hal ini merupakan salah satu peluang bisnis yang cukup besar untuk open source di Indonesia, namun mensyaratkan kemampuan yang lebih dibandingkan layanan lainnya.

5. Media perangkat lunak open source

Saat ini telah banyak orang menggunakan open source sebagai media antarmuka di komputernya. Namun tetap saja mereka membutuhkan informasi terbaru mengenai open source. Hal ini merupakan peluang untuk bisa membuat media massa yang mengangkat tema mengenai open source. Contoh media massa yang mengangkat tema open source di Indonesia saat ini adalah Info Linux.

6. Pelatihan open source

Pelatihan open source saat ini juga cukup banyak diminati. Banyak perusahaan yang telah bermigrasi ke open source biasanya meminta pelatihan open source juga untuk pegawainya. Selain itu, pengguna awam juga sudah mulai banyak yang tertarik untuk mengenal open source lebih dalam sehingga banyak dari mereka mulai mengikuti pelatihan open source.

7. Merchandise open source

Komunitas open source saat ini telah menjamur di berbagai kota di Indonesia. Biasanya mereka sangat suka apabila menggunakan produk-produk bertemakan open source. Umumnya produk yang mereka sukai berbentuk kaos, jaket, mug, stiker, pin, gantungan kunci, dan topi. Meskipun pangsa pasarnya terbatas, namun bisnis ini layak dicoba.

Peluang bisnis

Peluang bisnis open source di dunia pada tahun 2008 bisa dikatakan sangat besar. Lembaga riset independen, IDC, menyebutkan bahwa open source akan menjadi salah satu penggerak utama dalam model bisnis teknologi informasi di tahun 2008. Lebih lanjut lagi, IDC juga menyebutkan bahwa beberapa perusahaan teknologi informasi ternama, seperti IBM, Oracle, dan SAP, mulai meninggalkan model bisnis proprietary dan lebih mengembangkan model inovasi berbasis komunitas, seperti open source.

Di Indonesia sendiri, pangsa pasar bisnis open source sangatlah besar dan terbuka lebar. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya perangkat lunak bajakan yang beredar, yakni mencapai 90 persen dari jumlah perangkat lunak yang digunakan di Indonesia. Selain itu, mulai diterapkannya UU HAKI secara tegas, membuat banyak perusahaan menengah ke bawah, yang masih menggunakan perangkat lunak bajakan, mulai beralih ke open source.

Pencanangan Indonesia, Go Open Source! (IGOS) pada tahun 2004 lalu, bisa dikatakan juga sebagai faktor pendukung bisnis open source di Indonesia. Lebih dari itu, Kementerian Riset dan Teknologi beberapa waktu yang lalu mencoba mendorong penetrasi open source dengan memberikan bantuan dana untuk UKM yang bergerak di bisnis open source. Tentu saja ini merupakan indikasi bahwa bisnis open source di Indonesia mulai bergerak ke arah yang lebih baik.

Peta bisnis dunia dalam bidang teknologi informasi sedang berubah menuju bisnis model open source. Langkah kita saat ini untuk menentukan model bisnis yang tepat di Indonesia, tidak hanya menguntungkan secara komersil. Tetapi juga bisa membantu negara ini untuk mengurangi jumlah pengangguran yang semakin banyak dari masa ke masa.

Yudha P Sunandar

Enterobacter Sakazakii Si Cantik Yang Patogenik

Posted on


Namanya terdengar begitu cantik. Diambil dari nama seorang ahli bakteriologi asal Jepang, Riichi Sakazaki, Enterobacter sakazakii kini namanya sedang berkibar. Sayangnya, dibalik kecantikan namanya, tersimpan bahaya yang mematikan akibat racun yang dihasilkannya. Beberapa pekan terakhir ini nama Enterobacter sakazakii menjadi perbincangan hangat karena keberadaannya disinyalir mengontaminasi produk susu formula dan makanan khusus bayi di Indonesia. Hasil penelitian yang menghebohkan ini membuat masyarakat bertanya-tanya mikroorganisme apakah Enterobacter sakazakii?

6
Gambar bakteri Enterobacter sakazakii dalam skala mikroskopis

Sifat “Enterobacter sakazakii”

Enterobacter sakazakii atau yellow pigmented enterobacter cloacae ditemukan pertama kali oleh Farmer pada tahun 1980. Di dunia kedokteran bakteri ini berkerabat dekat dengan Salmonella, dalam keluarga Enterobacteriaceae. Bakteri ini dapat menginfeksi dan bersifat patogen karena menghasilkan enterotoksin (racun).

Habitat alami Enterobacter sakazakii tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi, bakteri ini dapat dideteksi dalam usus manusia sehat sebagai ‘intermittent guest’, usus hewan dan lingkungan sekitar. Lingkungan sekitar yang dimaksud meliputi lingkungan industri makanan (pabrik susu, cokelat, kentang, sereal dan pasta), lingkungan berair, lingkungan rumah sakit, dan sedimen tanah yang lembap. Patogen ini pernah pula ditemukan pada beberapa jenis serangga, tikus, dan cairan dari makhluk hidup.

Seperti halnya mikroba lain, bakteri ini memiliki beberapa sifat atau ciri yaitu tidak berspora, motile (bergerak aktif), merupakan bakteri gram negatif bersifat oksidatif negatif, anaerob fakultatif, berbentuk batang, menghasilkan enterotoksin melalui uji sitolisis dan dapat memfermentasi glukosa.

Untuk mendukung pertumbuhan hidupnya, Enterobacter sakazakii membutuhkan faktor-faktor pendukung seperti nutrisi (karbon, nitrogen, sulfur, fosfor, vitamin, dan trace element), air (melalui udara yang lembap), oksigen, waktu untuk berkembang biak dan suhu yang sesuai.

Kontaminan susu formula bayi

Sungguh sangat mengejutkan jika tiba-tiba bayi terinfeksi Enterobacter sakazakii setelah mengonsumsi susu formula atau makanan khusus bayi, terutama ketika diketahui susu formula bayi usia 0 hingga 6 bulan merupakan media yang potensial bagi infeksi bakteri ini. Toksin bakteri ini berbahaya untuk bayi karena menyebabkan diare berat, meningitis (radang selaput otak), necrotizing enteroclitis (radang usus), sepsis, bacterimia (peningkatan jumlah bakteri dalam darah), kista otak, bahkan sampai kematian.

Bayi yang terinfeksi Enterobacter sakazakii sebanyak 60 persen, khususnya terjadi pada bayi di bawah usia 1 tahun, tepatnya 66 persen pada bayi berusia kurang dari 1 bulan, terutama bayi yang lahir prematur, bayi berat badan lahir rendah (berat badan kurang dari 2.5 kg), bayi dengan gangguan fungsi kekebalan tubuh, dan bayi yang ibunya terinfeksi HIV-AIDS. Adapun risiko bayi di atas satu tahun dan berbadan sehat sangat kecil kemungkinannya.

Hasil penelitian Fakultas Kedokteran Hewan IPB mengungkapkan, 22.73 persen dari 22 sampel susu formula bayi dan 40 persen dari 15 sampel makanan khusus bayi yang dipasarkan antara April – Juni 2006 terkontaminasi Enterobacter sakazakii. Publikasi ini mengejutkan banyak pihak walaupun sebenarnya keberadaan Enterobacter sakazakii dalam susu formula bukanlah hal baru di kalangan peneliti pangan. Keterkaitannya sebagai penyebab meningitis pada bayi karena Enterobacter sakazakii dalam susu formula telah diidentifikasi sejak 1983.

Pada dasarnya terdapat tiga jalan bagaimana Enterobacter sakazakii dapat mengontaminasi susu formula bayi dan makanan khusus bayi.

Pertama, kontaminasi terjadi pada bahan mentah yang digunakan untuk memproduksi produk. Kedua, kontaminasi terjadi pada produk yang dihasilkan atau pada bahan kering lainnya setelah pasteurisasi. Ketiga, kontaminasi terjadi pada saat produk disiapkan sebagai makanan yang akan dikonsumsi bayi. Termasuk dalam hal ini kebersihan peralatan yang digunakan (botol dan sendok pengaduk) dan personal hygiene yang menyiapkannya.

Dilihat dari segi epidemologi, dari tahun 1983-2004 terdapat kasus Enterobacter sakazakii pada bayi terkait susu formula. Kasus meningitis pertama yang disebabkan bakteri ini dilaporkan di Inggris, kemudian diketahui juga terjadi di Denmark, Belanda, Eslandia, Canada dan AS. Berdasarkan survei The US FoodNet tahun 2002, laju invasi Enterobacter sakazakii menginfeksi sejumlah bayi di bawah usia 1 tahun adalah 1 banding 100.000 bayi.

Tak perlu panik

Pemaparan tentang bahaya yang diakibatkan infeksi bakteri ini terhadap bayi tidak menjadi alasan dihentikannya pemberian susu formula atau makanan khusus bayi, terutama untuk para bayi dengan kondisi khusus dan tidak mendapat ASI. Mudah saja, karena bakteri ini akan mati dengan pemanasan.

Susu formula atau makanan khusus bayi bukanlah produk yang steril. Oleh karena itu, perlu diperhatikan tata cara penyajian, penggunaan, dan penyimpanannya untuk menghindari infeksi Enterobacter sakazakii. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan penyajian susu formula yang akan dikonsumsi bayi diantaranya.

Pertama, air yang digunakan untuk menyeduh susu bersuhu minimal 70 derajat Celcius. Kedua, kebersihan botol dan sendok penyeduh (sterilisasi). Ketiga, good personal hygiene dari penyaji. Keempat, harus dikonsumsi segera, tidak boleh disimpan lebih dari 4 jam setelah dicairkan. Kelima, jika tidak dikonsumsi, disimpan pada suhu dingin 10 derajat Celcius dengan jarak antara pembuatan dan konsumsi susu harus seminimal mungkin.

Tidak hanya dipandang dari sudut penyajian konsumen, perlu diperhatikan pula kerja sama yang baik dari produsen sebagai pihak yang memproduksi susu formula dan makanan khusus bayi. Kerja sama yang baik ini sangat penting adanya guna meminimalisasi terjadinya kontaminasi Enterobacter sakazaki pada produk.

Pemerintah mendorong produsen untuk meningkatkan kisaran steril pada produknya, menekan konsentrasi dan prevalensi Enterobacter sakazakii di lingkungan pabrik, menerapkan sistem pengawasan lingkungan yang ketat dan efektif, serta menggunakan pemeriksaan Enterobacteriaceae sebagai salah satu indikator pengontrolan higienitas dalam alur produksi di pabrik. Selain itu, untuk memudahkan konsumen, pelabelan pada produk hendaknya diperhatikan. Pada setiap produk susu formula dan makanan khusus bayi dilengkapi dengan informasi jelas mengenai tata cara penyiapan, penggunaan, dan penyimpanannya.

Sejatinya, bila kita mengetahui persis bagaimana menyiapkan, menggunakan, dan menyimpan susu formula secara baik dan benar, kasus-kasus kepanikan yang melanda kita ini dapat direduksi sedemikian rupa. Tentunya, sambil menunggu informasi terkini terkait masalah susu formula bayi ini, ada baiknya kita tetap bijak dalam memilih dan menggunakan susu formula bayi tersebut.

Virna Berliani Putri – Dadan Rohdiana

Rahasia Petir

Posted on


Agak riskan rasanya untuk mengarungi jalanan di musim hujan seperti sekarang ini. Apalagi bila hujannya sangat deras disertai petir yang menggelegar. Perjalanan pulang kerja atau liburan pun terasa berat dan mendebarkan. Bila melewati kawasan dengan jarak pandang yang luas, sambaran petir dari kejauhan bisa jelas terlihat. Sebuah pemandangan yang indah sekaligus mencekam. Bila sedang bekerja di kantor atau di rumah pun petir bisa bikin ketar-ketir. Pasalnya dengan sekali sambar, modem dan alat listrik bisa rusak karenanya.

petir_20171128_234726
Kilatan cahaya terang yang dihasilkan oleh sambaran petir

“Pencabut nyawa”

Petir sudah sejak lama dijadikan simbol kekuatan. Mulai dari legenda Yunani Dewa Zeus yang menjadikannya sebagai senjata pemusnah musuh, superhero barat The Flash yang memiliki kecepatan cahaya, sampai pada tokoh komik lokal yang menyandang namanya seperti Gundala Putra Petir. Sampai sekarang pun tidak ada manusia yang meragukan kekuatan dari gejala alam yang satu ini. Korban manusia yang tewas tersambar petir masih sering kita dengar di media. Mulai anak-anak desa yang bermain sepak bola di daerah persawahan sampai pejabat di Batam yang tewas tersambar ketika bermain golf.

Petir adalah gejala alam yang bisa kita ibaratkan seperti sebuah kapasitor raksasa yang lempeng positif atau negatifnya adalah awan dan lempeng keduanya adalah bumi yang dianggap netral. Kapasitor tersebut merupakan komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat. Petir terjadi karena adanya perbedaan potensial antara awan dan bumi.

Proses pembentukan muatan pada awan terjadi karena pergerakannya yang teratur dan terus-menerus. Selama pergerakannya itu, awan akan berinteraksi dengan awan lain yang mengakibatkan terkumpulnya muatan negatif pada salah satu sisi atas atau bawah, dan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, akan terjadi pembuangan muatan negatif atau elektron dari awan ke bumi atau sebaliknya. Hal itu terjadi untuk mencapai tingkat keseimbangan. Media yang dilalui oleh elektron tersebut adalah udara sehingga pada saat elektron menembus ambang batas isolasi udara terjadilah ledakan suara.

Ketika langit berawan, tidak semuanya merupakan awan petir. Hanya jenis awan kumulonimbus yang menghasilkan petir. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan karena udara mengandung kadar air tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Adanya awan yang bermuatan positif dan awan yang bermuatan negatif menyebabkan petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan tersebut.

Proses terjadinya petir

Kilat petir terjadi dalam bentuk setidaknya dua sambaran. Pada sambaran pertama, muatan negatif mengalir dari awan ke permukaan tanah. Ini bukanlah kilatan yang sangat terang. Sejumlah kilat percabangan biasanya dapat terlihat menyebar ke luar dari jalur kilat utama. Ketika sambaran pertama ini mencapai permukaan tanah, sebuah muatan berlawanan terbentuk pada titik yang akan disambarnya dan arus kilat kedua yang bermuatan positif terbentuk dari dalam jalur kilat utama tersebut langsung menuju awan.

Dua kilat tersebut biasanya beradu sekitar 50 meter di atas permukaan tanah. Arus pendek terbentuk di titik pertemuan antara awan dan permukaan tanah tersebut, dan hasilnya sebuah arus listrik yang sangat kuat dan terang mengalir dari dalam jalur kilat utama itu menuju awan. Perbedaan tegangan pada aliran listrik antara awan dan permukaan tanah ini melebihi beberapa juta volt.

Daerah rawan petir

Akibat kondisi tersebut, Bumi yang cenderung menjadi peredam listrik statis bisa pula ikut berinteraksi. Hal ini dimungkinkan jika pada suatu luasan tertentu terjadi pengonsentrasian listrik bermuatan positif. Apakah itu di bawah bangunan atau pohon. Ketika beda muatan antara dasar awan dan ujung bangunan atau pohon sudah mencapai batas tertentu, kemungkinan besar akan terjadi perpindahan listrik. Secara fisik, kita akan melihatnya sebagai petir menyambar bangunan atau pohon. Muatan yang begitu besar, selanjutnya akan segera menyebar ke seluruh bagian bangunan atau pohon untuk kemudian menjalar ke tanah dan ternetralisasi pada kedalaman yang mengandung air tanah.

Kondisi seperti itu sudah pasti amat berbahaya bagi orang-orang yang ada di sekitarnya. Jika sambarannya tak terlampau kuat, korbannya paling hanya mengalami cedera atau shock. Namun, jika serangannya kuat, korbannya akan tewas seketika karena selain terbakar, ia akan menjadi “penghantar” listrik yang besarnya mencapai ribuan volt.

Menurut peneliatan, daerah serbuan petir sendiri tak selamanya merupakan daerah yang dinaungi awan-awan besar. Sejumlah kasus menunjukkan bahwa suatu daerah pernah mendapat sambaran petir hebat, meski langit di atasnya bersih dari awan. Contoh paling ekstrim yang pernah dicatat terjadi di Hereford, Inggris. Suatu ketika petir kuat menyambar sebuah gedung setelah petir ini menempuh perjalanan sekitar lima mil dari pusatnya. Dari kejauhan sejumlah saksi melihatnya sebagai pemandangan yang begitu indah sekaligus mengerikan. (Handbook of unusual Natural Phenomena, 1986).

Itu sebabnya di musim hujan kita lebih baik tak usah bermain-main di wilayah terbuka atau bernaung di bawah pohon. Ini semata-mata untuk menghindar dari kemungkinan yang tak diinginkan. Sebab, kita tak pernah bisa menduga apakah tanah yang sedang pijak telah berpotensi menjadi penarik petir atau tidak.

Rudi Haryanto S.Si.