Alay Alay Everywhere

Posted on Updated on


Alay itu apa sih? Gue pribadi juga bingung dengan definisi alay yang sebenarnya. Apakah alay itu adalah seseorang dengan mutasi genetika kepribadian hasil dari ledakan reactor nuklir Chernobyl di rusia? (sok ilmiah lu.. padahal kan itu lu sendiri yang terpapar radiasi dan mental ampe nyampe ke Indonesia -_- ) ataukah alay itu makhluk alien yang menyamar di bumi dan lambat laun ingin menghilangkan peradaban di bumi dengan menggunakan kata2 sandi yang hanya bisa dipahami oleh bangsa mereka? (plis stop MIB movie) ah elah, kebangetan ya pikirannya? Ada yang marah atau kesindir? (bodo ah…)

Heuheuheu back to our main topic. Bawa nyantei aja, ini cuman pandangan pribadi berdasarkan pengamatan di lingkungan sekitar dan dari pengalaman pribadi juga (ssst.. jangan keras2 bacanya, gue malu pernah alay. Hahaha)
Sebenarnya alay itu siapa? Awalnya gue menyangka kalo alay itu identik dengan lebay. Tapi setelah gue telusuri pake google yang gue buka di google chrome dengan paketan speedy unlimited (?) ternyata alay itu lebih parah daripada lebay! why? Berikut beberapa fakta yang mendukung bahwa alay itu lebih parah dibanding lebay:

  • Orang-orang alay itu identik dengan gaya/style ndeso. Gue gak bermaksud untuk mendiskriminasikan kaum ‘alay’ tapi ini berdasarkan pengamatan dan pengalaman gue. Coba deh kalian liat, selera fashion kaum alay tergolong ‘norak’ kan? Bagi kita kaum ‘non-alay’ akan merasa aneh dengan selera berpakaian mereka.
  • Orang-orang alay cenderung ikut-ikutan. Maksudnya, kaum alay akan mengikuti apa yang mereka suka tanpa memfilternya terlebih dahulu. Misalnya nih, ada jenis pakaian yang lagi hits dikalangan selebritis. Kaum ‘alay’ akan mengikuti trend tersebut tanpa berfikir apakah jenis pakaian itu cocok dengan mereka atau malah sebaliknya, NORAK. Pengalaman, Gue pernah pake ikat pinggang warna pink, maklum waktu itu gue liat artis cowo lumayan keren juga pake aksesoris pink. Kalo inget itu gue cuman bisa ngakak. Goblok, norak. Hahaha. Jaman gue dulu belum ada istilah alay, dan gue gak tau kalo yang gue lakuin dulu itu termasuk alay (alah, ngeles lu…)
  • Ini nih yang paling vital dalam dunia per-alay-an. Kaum alay hobi banget nulis dengan kata-kata yang sangat sulit untuk dimengerti apalagi untuk dipahami. Tulisan yang lebih mirip sandi atau keygen dari sebuah software. Paham maksud gue kan? Atau kalian pernah b4c4 TuLi54n 1n1? (gue banget dulu jaman pertama kali punya hape, hahaha) Nahhh itu 4L4Y banget! Sekarang gue suka sebel kalo ada yang nuL15ny4 k4y4k 91tu (kenapa gue jadi alay lagi?) tulisan-tulisan seperti ini sangat gampang untuk dijumpai. Mulai dari sms, chat di facebook, status, nama di facebook, twitter dll.

contoh chat

hy…leh nal??
nak mna?
agy paen nhe??
agi cibuk yuaa??
Gue heran kenapa tulisannya musti disingkat-singkat? Kalo jaman gue dulu iya disingkat2 gitu soalnya tarif sms masih tergolong mahal, ngakalin gimana caranya biar 160 karakter (1 sms) bisa muat banyak kata. Nah sekarang kan tarif sms udah murah banget malah banyak provider ngasih gratisan ribuan bahkan puluhan ribu sms gratis (WTF!, jaman gue dulu sms 350 perak). Makanya gue gak habis pikir, kalopun yang dicari adalah kecepatan mengetik sms sehingga disingkat2, kayaknya gak juga, soalnya banyak kata yang udah pendek malah jadi dipanjangin, kayak “ya” jadi “yea” atau “yua”. -_-

  • Ciri-ciri alay selanjutnya adalah jenis gerakannya yang pembantu banget. Kalian udah pada tau kan? Gerakan cuci baju, kucek-kucek trus bilas-bilas dan langsung jemur-jemur. Keliatan banget kalo kaum alay adalah anak-anak yang rajin membantu orang tua, atau jangan-jangan mereka adalah mantan pekerja laundry? Gerakan seperti ini sangat mudah dijumpai pada acara-acara musik di pagi hari, mereka adalah penonton bayaran yang dibayar 50ribu per orang per sekali tayang (bayarannya kecil ya? Bisa masuk tipi juga udah untung, lagian dapet kesempatan foto bareng artis idola mereka juga). Biasanya kaum alay duduk pada satu barisan dan pada saat kamera mengarah pada mereka, mereka akan memperagakan gerakan andalannya. Terus apakah semua penonton acara musik itu adalah kaum 4L4y?? sepertinya belum tentu. Itu bisa dilihat dari gerak-gerik mereka. Kalo terlihat energik gerakannya, kemungkinan besar mereka adalah kaum 4L4y.
  • gue pernah baca sebuah artikel kalo kaum 4L4y identik dengan rambut KANGEN BAND. Maksudnya apa? Ada beberapa versi tentang ciri-ciri anak alay. Contohnya cara berpakaian mereka yang sok-sok harajuku atau emo, tapi pas ditanya asal usul dari style pakaian itu mereka gak tahu sama sekali. Dan lagi-lagi, pemicu utamanya adalah KANGEN BAND dan ST12. Kalian pasti tahu kan dengan istilah polem atau poni lempar?? Nahhh…ini juga identitas anak-anak 4L4y

emo-alay

Adek2 jangan ngikutin model rambut (emo cacad/gagal) kayak orang di atas ya. Kakak jamin, secara otomatis hidup kalian akan menjadi hitam kelam tak tau arah dan tujuan, siang berasa malam, malam tetaplah malam (iya lah, orang matanya ketutupan gitu. Mana bisa ngeliat. Stresss lu).

Sebenernya masih banyak ciri-ciri alay yang lainnya. Mulai dari tempat tongkrongannya, selera music, dan tampilan kendaraan roda duanya. Tapi udahlah, kalian juga pasti sudah pada tau. Yang pengen gue tarik kesimpulan di sini adalah, alay bukan penyakit, tak usah dijauhi, gak usah dibenci, bawa lucu aja. Gue pikir itu adalah sebuah tahap pencarian jati diri dalam kehidupan remaja menuju dewasa, hal itu bisa dilihat dari cara berpakaian mereka yang niru gaya artis tapi gak kesampaian, banyak nyoba hal baru walau terkesan norak. Hanya tinggal menunggu waktu sampai mereka menemukan mana hal2 yang benar2 cocok buat mereka, prinsip mereka, kepribadian yang matang yang tak terpengaruh lagi dengan tayangan televise dan lingkungan sekitar.

Mereka hanya ingin mencoba menarik perhatian, dalam rentang usia 11-19 tahun memang masa2nya dimana kita bener2 ingin terlihat menarik dan mencolok dibanding orang lain, melawan berbagai kebiasaan normal, penasaran dengan sesuatu yang baru, mencari pembeda walaupun tak tau bahwa hal yang membuat beda bukanlah hal yang positif walaupun gak bisa disebut negative juga.

We are bigger than what we think we are. Kita lebih besar dari apa yang kita pikirkan, kita lebih kuat dari apa yang kita pikirkan. Hidupmu, kamu yang tentukan. Gak perlu takut dikatain cupu dan gak gaol jika lu gak galau, lu gak alay, motor lu gak ceper rodanya atau rambut lo gak emo. Semua hal emang ada masanya, tapi jika lu bisa matang dan dewasa dalam usia muda, itu udah lebih dari cukup buat bikin orang tua lu bangga. J

*Tulisan ini gue tujukan buat adiknya temen gue yang bernama Riri, juga sebagai reminder, kalo gue dulu pernah alay tapi gak kebangetan (yeah.. masih ngeles aja), dan hikmah dibalik itu semua adalah, gue suka ngakak sendiri kalo mengingatnya.

09:52 PM

2 thoughts on “Alay Alay Everywhere

    Tubagus said:
    November 24, 2013 at 2:16 am

    Poni lempar trademark alay =))

      azuiway responded:
      November 24, 2013 at 4:40 am

      haha, iya gan, bener2 model rambut sesat itu😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s