Perlukah Mengikuti Arisan?

Posted on Updated on


Tanya:

Saya belum berkeluarga, dan profesi saya adalah karyawan swasta di Bandung. Akhir-akhir ini, beberapa teman kantor dan teman kuliah mengajak saya untuk ikut arisan. Skema masing-masing arisan dilaksanakan dengan mengeluarkan uang sebesar Rp. 50.000 per minggu dan penarikan juga dilakukan pada minggu yang sama. Jumlah peserta arisan di kantor yaitu sebanyak 22 orang, sedangkan peserta arisan untuk komunitas teman kuliah berjumlah 16 orang.

Pertanyaan saya adalah apakah saya harus mengikuti kedua arisan, salah satu atau bahkan  tidak mengikuti arisan tersebut? Mengingat saya tergiur dengan sejumlah uang yang besar yang bisa saya dapatkan jika suatu saat tiba giliran saya menang arisan.

Bpk. Rifki – Bandung

Terima kasih Bpk. Rifki atas pertanyaan yang diberikan, pertanyaan yang sangat menarik sekali.

Arisan biasanya dilakukan oleh beberapa orang yang tergabung dalam komunitasnya, yang mengadakan pertemuan rutin pada waktu tertentu dengan maksud mengumpulkan uang masing-masing untuk diberikan kepada pemenang arisan. Metode pemilihan pemenangnya pun biasanya ditentukan oleh kelompok arisan tersebut, yang lazim adalah melalui pengundian. Pengumpulan uang satu periode selesai dilakukan bila semua peserta pernah memenangi arisan tersebut.

Dengan skema masing-masing arisan yang anda tuliskan di atas, berarti bisa dihitung bahwa jika memang tiba giliran anda yang mendapat arisan, maka akan mendapatkan total uang sebesar Rp. 1.100.000 pada arisan pertama dan Rp. 800.000 pada arisan kedua.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengikuti arisan.

1. Perhatikan “Cash Flow”

Sebelum memutuskan untuk ikut ke dalam arisan tersebut, perhatikan dulu kondisi keuangan. Anda perlu memastikan pendapatan bulanan yang diperoleh cukup untuk memenuhi kewajiban seperti pengeluaran kebutuhan hidup bulanan, atau jika ada hutang misalnya anda perlu membayar cicilan kartu kredit, cicilan mobil, cicilan KPR. Jangan sampai karena tidak memperhatikan cash flow tersebut anda mengesampingkan kebutuhan dan kewajiban tersebut karena sudah dialokasikan untuk dana arisan.

2. Kebutuhan Dana Darurat

Dana darurat adalah dana yang telah dialokasikan secara terpisah, untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya sangat darurat. Misalnya perbaikan kendaraan yang mogok di jalan, biaya berobat ke dokter dsb. Anda perlu memastikan alokasi dana darurat tersebut sudah terpenuhi sebelum merogoh kocek untuk dana arisan. Dalam konsep perencanaan keuangan, idealnya seorang lajang memerlukan dana darurat sebesar tiga sampai dengan enam kali dari kebutuhan hidup bulanan.

3. Kenali Tujuan Mengikuti Arisan

Kenali tujuan anda ketika memutuskan untuk mengikuti arisan. Ada hal-hal positif yang bisa anda temukan misalnya untuk yang tidak terbiasa menabung. Anda akan “dipaksa” untuk menabung karena wajib menyetor kepada pengelola arisan pada waktu yang telah ditentukan.

Anda juga bisa memanfaatkan arisan untuk kegiatan bersilaturahmi kepada keluarga atau teman-teman anda yang berdampak pada semakin luas networking dan pertukaran informasi yang didapat.

4. Kenali Resiko Arisan

Selanjutnya adalah kenali beberapa risiko yang terjadi dalam mengikuti arisan.

a). Pertama, risiko yang terjadi adalah pengelola arisan bisa saja membawa kabur uang yang telah anda kumpulkan. Untuk meminimalisir risiko ini, komunitas arisan anda perlu memilih pengelola yang memiliki track record bisa dipercaya agar faktor safety selain terjaga dan peserta arisan akan merasa aman.

b). Risiko berikutnya adalah ketika pemenang mendapat uang hasil kumpulan arisan, dikhawatirkan akan menghabiskan “uang kaget” tersebut untuk hal-hal yang tidak berguna.

c). Risiko berikutnya adalah time value of money. Nilai uang sekarang akan berbeda dibandingkan dengan nilai uang di masa mendatang. Ditambah lagi karena uang yang dikumpulkan “idle” atau tidak disimpan dalam produk investasi atau tabungan akan semakin tergerus oleh inflasi. Semoga beberapa tips di atas dapat membuka wawasan anda sebelum memutuskan untuk mengikuti arisan. Agar lebih terarah dan membutuhkan konsultasi lebih lanjut, anda bisa menghubungi perencana keuangan.

 

Akhmad T Praduga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s