Siapa yang lebih beruntung dari siapa?

Posted on


Empat tahunan yang lalu, ketika upacara pemindahan tali topi toga dari kiri ke kanan tak semeriah semestinya, awal perjalanan baru untuk beberapa orang dan akhir perjalanan yang belum tergenapi untuk sebagian kecilnya, termasuk saya. Memakan bangku kuliah diploma tiga lebih dari jangka waktu normal yang seharusnya, beruntung pengurus lembaga perkuliahan lupa mengolesi kursi dengan cat anti rayap, seperti saya lupa kalau saya bukan rayap, selama empat tahun.

Tak ada yang istimewa, atau duka lara lara menyelinap diantara tawa. Mereka memiliki jalan hidupnya masing-masing, saya juga. Tak ada siapa yang lebih beruntung dari siapa, siapa yang lebih sukses dari siapa, siapa yang lebih maju dari siapa, semuanya kembali ke usaha masing-masing, dan doa ketika semua orang sedang terlelap juga ketika embun di daun mulai menguap.

Selalu ada sisi berhasilnya dari sekian banyak kegagalan yang dialami orang, minimal berhasil mempertahankan kegagalannya terus menerus.

Mungkin saya cuman sedang rindu keluarga.

 

Cibitung, 7 september 2013

Kontrakan berdinding polos tanpa potret keluarga terpampang, hanya kipas angin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s