Dari Axel Rose sampai Vino G Sebastian (balasan)

Posted on Updated on


Semut Merah

Memejamkan mata dan membayangkan masa depan kita yang menyenangkan itu, membuat bulu roma ku pada bediri, merinding dan seakan ingin berteriak. Menyerukan kalimat cinta yang selalu ku ucapkan ketika kau memejamkan mata untuk melepas lelahmu dimalam hari, semua terasa nyata. Hanya saja kau tak sedang di sampingku melakukan hal yang sama dengan ku. Pasti sangat mengasyikkan bila dilakukan bersamamu sayang.

Hujan itu indah, rumput itu bagus dan semua berkilauan, menyilaukan mata kita sampai-sampai kau memintaku untuk meneduhkan matamu dari kilauan berwarna warni itu. Aku merasakannya…… sampai ke ubun-ubun, memecah otak ku membuatnya meledak-ledak hingga kita saling menyatukan keinginan kita, memilih karpet, perabotan sofa dan lainnya.

Dan ketika aku tidak menyukai ide mu, kita bisa berdebat dan melupakan waktu untuk hal mengasyikkan ini, tak peduli hari sudah siang , sedangkan kau harus siap-siap untuk berangkat bekerja. Dan mataku mengantuk, aku mau tidur sayang.

Menunggu mu di tempat tidur kita, yang seprainya…

View original post 821 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s