Jalur Menantang Menuju Cisalak Subang

Posted on Updated on


img_20120223073546_4f4589e2604c6

Pagi yang dingin masih diselimuti kabut di Gunung Korsi, Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang. Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (22/6/2013). Satu per satu penggowes mulai berdatangan. Tak lama, suasana menjadi ramai. Sedikitnya 270 pesepeda dari berbagai komunitas akan menjajal jalur cukup ekstrim menuju Cisalak, Kabupaten Subang.

Mereka bergabung dalam acara gowes bareng bertajuk “Adventure C2AM Challenge 3” yang digagas RB Community & Project. Perjalanan yang akan ditempuh sejauh 30 km bukan balapan, melainkan gowes petualangan mengikuti tanda jejak yang telah dibuat oleh panitia. Dari Wangunharja, perjalanan melintasi Puncak Eurad, Cikendung, Kandang Ayam, Cibeas, Buni Kasih, Cibago, Mayang, hingga berakhir di Alun-alun Cisalak Subang.

Komunitas sepeda yang ikut dalam event ini salah satunya adalah BP2T Tangsel, OLSO Cilegon, GasaG Tangerang, Brownsugar Cianjur, Pindo Bike Karawang, Bintang Saga Pangalengan, dan Bimasena Pamanukan Subang. Para peserta dari Bandung berasal dari komunitas Jasa Tania, Free Goweser, Tirtawening, Go Agro, B3C, Kios, Pedals, Tarcip Cycling, Gembol Gowes, NPG, Pit Stop, Abak Bike, Barakkuda, Balato, GMTB, Chorlex’s, Balakecrox’s, Tragas, Labad, Lafalos, SSR, Raden Patah, Kamayangan, Universal, dan Wangunreja. Selain itu, turut hadir para peserta perorangan dari Garut. Kegiatan kali ini bahkan diikuti tiga wanita.

Pada saat awal, para peserta disuguhi jalan aspal menanjak sejauh 100 meter yang kemudian berubah menjadi makadam dengan ketinggian 1.300 mdpl. Meski hanya berjarak sekitar 3 km dari titik start, jalanan yang menanjak ini cukup membuat banyak peserta yang kelelahan. Namun, indahnya pemandangan mengobati keletihan mereka.

Setelah itu, jalur kemudian menurun dan hamparan kebun teh menyambut, selain pemukiman penduduk, kebun, dan hijaunya persawahan. Tantangan berikutnya adalah tanjakan di daerah Kandang Ayam yang sangat menguras energi. Saat memasuki perkebunan teh Bukanegara, aliran air sejuk alami menyegarkan para pemboseh.

Setelah melalui berbagai medan yang sangat menantang. Curug Cimucang yang sangat indah menjadi penawar kelelahan. Beberapa peserta sengaja berhenti di curug ini untuk minum, mandi, hingga mencuci sepeda. Tak sedikit peserta yang mengabadikan keberadaan mereka melalui kamera telefon genggamnya.

Sesampai di Desa Cibogo Subang peserta istirahat di warung untuk sekedar melepaskan kepenatan dengan memesan minuman hangat, seperti kopi dan teh. Tampak wajah gembira yang ditunjukkan para penduduk yang dilintasi jalur gowes ini karena mereka mengaku sangat jarang dilalui para penjelajah bersepeda.

Panitia mencoba meramaikan jalur ini untuk memacu para pesepeda lainnya melintasi jalur pemukiman ini. Inspirasi untuk memajukan pariwisata daerah sekaligus perekonomian penduduk desa setempat adalah tujuan utama rute melintasi Desa Cibogo.

Waktu tempuh dari Desa Cibogo ke tempat finis di Alun-alun Kecamatan Cisalak Subang hanya 15 menit, dengan jalur menurun beraspal. Peserta tercepat yang datan ke finis tiba sekitar pukul 12.00 WIB dan peserta paling lambat datang ke Cisalak pada pukul 19.00 WIB.

Memang bagi sebagian pesepeda jalur ini dianggap terlalu berat. Belum lagi karena tempaan hujan serta masalah pada sepeda. Meski demikian, banyak yang mengaku puas karena petualangan bersepeda ini cukup sepadan dengan pengalaman yang didapat.

 

Suhadi Haryanto, penikmat gowes petualangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s