Tips : Bersepeda Efektif Saat Puasa

Posted on Updated on


137545_monas-ramai-dikunjungi-warga-saat-libur-natal_663_382

Tetap bersepeda saat berpuasa, mengapa tidak? Sebagai alternatif penunjang mobilitas sehari-hari, sekedar jalan-jalan sore jelang berbuka hingga berolah raga, bersepeda bisa dilakukan seperti biasa meski porsi dan intensitasnya dikurangi. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan agar aktivitas bersepeda berjalan efektif dan ibadah puasa tetap dapat ditunaikan dengan baik.

  • Barang kali satu hingga dua hari pertama situasi dan kondisi tubuh akan terasa berbeda dari biasanya. Adaptasi diperlukan sebagai langkah awal penyesuaian dengan “kondisi baru” di tengah rutinitas. Memang, energi dan kondisi fisik tubuh relatif berkurang. Karena itu, aktivitas bersepeda dapat dilakukan secara bertahap dan tidak terlampau berat.
  • Jika sepeda digunakan sebagai alternatif mobilitas sehari-hari semisal untuk bekerja, mengatur waktu dan rute hendaknya menjadi perhatian khusus. Alokasikan tambahan waktu antara 15 hingga 30 menit dari waktu normal yang biasa ditempuh sehingga perjalanan akan menjadi lebih santai dan tidak terlambat tiba di tempat tujuan.
  • Tak ada salahnya menempuh jalan alternatif jika dirasa lebih efisien, efektif, dan mampu memangkas waktu lebih banyak dan lancar. Hanya saja mengambil opsi ini mesti ditunjang dengan pemahaman akan situasi dan kondisi jalan tersebut yang mungkin belum atau tak pernah anda lalui sebelumnya.
  • Jika memungkinkan hindari kondisi lalu lintas padat dengan temperamen tinggi. Pilihlah jalur hijau dan banyak pepohonan, setidaknya membantu menambah suasana yang lebih baik, sejuk, dan asri.
  • Bersepedalah dengan kayuhan ideal, santai dan tidak memforsir tenaga. Kecuali jenis fixed gear, sesekali biarkanlah putaran roda sepeda melaju dengan sendirinya (freewheel) sehingga untuk sementara waktu kaki dapat istirahat mengayuh. Cermatlah mengatur intensitas dan ritme kayuhan, tetap sabar serta nikmatilah perjalanannya.
  • Walau bagaimanapun, saat berpuasa kondisi tubuh mesti tetap dijaga. Maka sebisa mungkin hindari cuaca panas dan terik matahari yang amat memungkinkan dapat menguras stamina. Saat berpuasa, waktu yang lebih baik untuk bersepeda adalah pagi dan sore hari menjelang berbuka puasa. Sediakanlah tisu, sapu tangan, atau handuk kecil untuk menyeka keringat.
  • Sore hari selain dapat dimanfaatkan untuk sekedar ngabuburit dengan jarak tempuh yang tak terlalu jauh (5-20 km) juga merupakan waktu yang cukup baik untuk olahraga bersepeda. Olah raga dapat dilakukan kira-kira setengah jam sebelum berbuka puasa. Yang perlu dicatat adalah lamanya waktu berolah raga dan porsinya yang mesti disesuaikan dengan kemampuan. Cukup berkeringat tetapi tidak sampai bercucuran.
  • Optimalkan waktu sahur dan berbuka puasa dengan asupan makanan yang baik dan bergizi. Energi yang dihasilkan dalam tubuh akan menunjang evektifitas saat bersepeda.

 

Irwan Akhmad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s