Frankenstein, Ciptakan Monster dengan Transplantasi

Posted on


170620_frankenstein_663_382

Novel Frankenstein Or The Modern Prometheus karya Mary Shelley yang terbit pada 11 Maret 1818 merupakan novel fiksi ilmiah pertama yang saat ini dihubung-hubungkan dengan transplantasi kepala yang sedang diteliti oleh ilmuwan Italia. Novel ini bercerita tentang ilmuwan Victor Frankenstein yang menciptakan makhluk raksasa yang mengerikan dari sisa-sisa tubuh orang mati. Serpihan dan potongan tubuh itu disatukan dengan cara dijahit dan dihidupkan lagi dengan menggunakan listrik.

Cerita dibuka dengan surat-menyurat antara ilmuwan Robert Walton dan adiknya Margaret Saville tentang perjalanannya di kutub utara pada abad ke-18. Ia juga menceritakan bagaimana dia haus pengetahuan dan membutuhkan sahabat untuk berbagi obsesi tersebut. Di tengah perjalanan, Ia bertemu dengan manusia yang nyaris mati membeku terapung dalam sebuah kereta es yang diketahui bernama Victor Frankenstein.

Frankenstein memberikan peringatan kepada Walton agar tidak terjebak dalam pemikiran terlalu dalam dan menggebu-gebu tentang penciptaan makhluk baru karena hasilnya tidak akan terduga dan akan membawa bencana. Kemudian Frankenstein menceritakan suatu kisah penciptaan makhluk berwajah buruk dan aksi dendam membara antara dirinya dan makhluk ciptaannya.

Frankenstein kecil hidup bahagia bersama kedua orangtua, seorang adik angkat, Elizabeth, dan dua orang adik kandung, William dan Ernest. Ia memiliki sahabat dekat bernama Clerval. Frankenstein adalah tipe seorang anak muda yang cerdas dan ambisius. Rasa hausnya terhadap ilmu pengetahuan tidak pernah terpuaskan. Semenjak anak-anak Victor kecil sudah gemar mengamati gejala-gejala alam. Petir yang menyambar-nyambar menghanguskan pohon eik, perubahan siang-malam, pergantian musim, dan rahasia-rahasia alam yang menakjubkan adalah pemandangan sehari-hari. Frankenstein sangat memuja ajaran-ajaran ilmuwan kuno Cornelius Agrippa (1486-1535) dan Paracelcus (1493-1541).

Pada umur 17 tahun, Frankenstein harus meninggalkan kota untuk belajar di Universitas. Menjelang kepergiannya ini, sang ibu meninggal dunia. Kematian ibunya ini membuat Frankenstein mempertanyakan kematian, suatu pertanyaan yang dianggap lancang karena mempertanyakan kuasa-Nya.

Dari ketekunannya mempelajari berbagai cabang ilmu pengetahuan, terutama fisika, kimia, biologi, dan matematika, Frankenstein berhasil menciptakan sesosok makhluk baru yang mengerikan. Ukuran tubuhnya di luar batas ukuran tubuh manusia normal, karena kesulitannya membuat bagian-bagian tubuh manusia yang amat rumit. Bagian tubuh makhluk ini diambilnya dari mayat yang kemudian dijahitnya untuk menjadikannya sebagai tubuh utuh manusia.

Makhluk ini memiliki kulit kuning yang hampir tidak dapat menyembunyikan jaringan otot dan pembuluh darah di bawahnya, rambut sehitam beledu panjang dan lebat, mata sewarna dengan lekuk mata, wajah keriput, dan bibir lurus berwarna hitam.

Setelah makhluk ciptaannya hidup, bukannya merasa puas, ia merasa ketakutan karena sosok makhluk ini yang menyeramkan. Ia kemudian melarikan diri dan meninggalkan makhluk ini begitu saja.

Pada awal kehidupannya, makhluk tanpa nama ini menganggap Frankenstein adalah tuan dan sekaligus penciptanya yang layak dihormati. Tetapi karena rasa ngeri, Frankenstein cenderung menghindarinya. Makhluk ini pun keluar ke dunia ramai berusaha mencari teman dan cinta. Namun, yang diperolehnya justru kebencian dan ketakutan dari masyarakat karena takut melihat sosoknya yang mengerikan.

Ketika bertemu dengan sang pencipta, makhluk ini meminta Frankenstein untuk menciptakan makhluk baru sebagai pasangan hidupnya agar mereka berdua bisa hidup di pedalaman sehingga tidak perlu bertemu dengan para manusia yang tidak tahan melihat rupa fisiknya. Namun, Frankenstein menolak permintaan ini. Ia merasa kelangsungan seluruh hidup manusia terancam hanya oleh sesosok makhluk mengerikan ini. Bagaimana pula kalau ada pasangan yang kelak akan menghasilkan keturunan.

Kesal dengan penolakan ini, makhluk seram itu berniat membalas dendam pada Frankenstein dengan membunuh orang-orang terdekatnya. William, Justine, Henry Clerval, dan bahkan Elizabeth Lavenza, calon istrinya pun satu per satu tewas. Frankenstein sendiri menemui ajal dalam usahanya mengejar makhluk ciptaannya di kutub utara, sampai R Walton kemudian menemukannya.

Kesuksesan buku Frankenstein berlanjut menjadi film-film dalam berbagai versi dan kisah lanjutan yang terkesan “dihubung-hubungkan”. Film adaptasi Frankenstein terbaru yaitu film produksi 20th Century Fox yang dibintangi oleh Daniel Radcliffe yang akan rilis 17 Oktober 2014. Daniel akan memerankan sang pembantu ilmuwan pelaku eksperimen gila, dokter Frankenstein yang bernama Igor. Meski sebagai pembantu, dalam film ini Igor-lah yang menjadi peran utama karena naskahnya menceritakan kejadian dari sudut pandang Igor.

 

Irma Sanusi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s