Reverse Psychology atau Psikologi Terbalik

Posted on


images

Reverse Psychology atau Psikologi Terbalik sudah menjadi sangat klise(biasa) saat ini. Tidak banyak orang paham tentang persoalan ini karena mereka melihat psikologi terbalik dengan cara yang terlalu sederhana.

Mengenal Lebih Jauh Tentang Reverse Psychology
Psikologi terbalik atau reverse psychology dikeluarkan pertama kali oleh duo Adorno dan Horkheimer tahun 1970-an. Reverse psychology sangat sederhana, sesederhana pengertiannya sebagai psikologi kebalikan. Dia adalah seni manipulasi untuk kepentingan orang yang menggunakannya. Dia bisa merupakan psikologi kata-kata maupun tindakan. Contoh sederhananya begini: Misalkan kamu sebenarnya setuju dengan pendapat A tapi kamu dengan suatu alasan entah apapun itu mau mengatakan B, dan itu yang kamu katakan. Tugasmu adalah membuat seluruh dunia yakin bahwa kamu memang mengatakan B, meskipun sebenarnya kamu berpendirian A.

Beberapa Langkah Pendekatan Untuk Melakukan PsikologiTerbalik

  • Kenali karakter orang yang akan dikenakan Psikologi Terbalik
    Biasanya diterapkan buat beberapa anak yang rewel, pemberontak dan nggak pernah nurut sama aturan. Ini juga dengan catatan karakter anak tersebut punya sisi sensitif dan peka, sisi itulah yang dihantam dengan Psikologi Terbalik. Lain hal bila memang anak pemberontak tersebut cuek, nggak peka dan nggak pedulian, berbahaya bila diterapkan cara ini.
  • Lakukan Psikologi Terbalik ketika kondisi emosi benar-benar memuncak.
    Orang ketika emosi sangat mudah untuk diterapkan Psikologi Terbalik, saat itu juga. Misalnya orang yang marah sama seseorang bahkan dalam kemarahannya itu ia bilang akan membunuh, saat itu juga berikan alat-alat yang bisa membunuh ke orang yang tengah emosi tersebut. Dijamin ia akan berhenti dari niatnya dan berpikir panjang. Ini pun dengan catatan punya kepekaan, emosi dan sisi sensitif. Lain hal bila memang nggak punya sisi itu dan yang punya cuma kenekatan, berantakan semua tujuan Psikologi Terbalik ini.
  • Ucapkan dengan nada datar tanpa ekspresi.
    Penerapan untuk contoh di poin ke 2 tadi, pengucapannya harus dengan nada yang datar dan bukan dengan cara mengikuti emosi. Ingat lagi bahwa Psikologi Terbalik ini bentukan manipulasi pesan untuk tujuan tertentu dengan cara yang berseberangan.
  • Jangan cuma menggertak, tapi siapkan apa yang harus dilakukan selanjutnya.
    Psikologi Terbalik hanya bisa dilakukan dengan cara yang singkat dan tidak bisa lama, ketika kesadarannya mulai pulih, alihkan perhatiannya dengan resiko yang akan timbul bila hal tersebut dilakukan. Contoh, ceritanya tentang orang yang mau bunuh diri itu tadi, ketika dia sudah mulai masuk ke jendela, jangan didiamkan, harus ada di sampingnya dan memberikan kenyataan-kenyataan yang ada, bila ia benar-benar mau bunuh diri. Intinya, Psikologi Terbalik ini nggak cuma sekedar menggertak, tapi harus ada tindakan lanjutnya.

Contoh Penggunaan Reverse Psychology Di Kehidupan Sehari-hari

  • Sewaktu kecil saya sangat suka bermain di luar rumah. Saya sukses menceritakan pengalaman-pengalaman sehingga ibu lupa memarahi saya. Tapi tidak dengan bibi saya.
    “Asyik ya main, enak tuh kalau diterusin sampai Isya”, Katanya.
    Lalu apakah saya benar-benar menuruti perintahnya untuk melanjutkan bermain? Itu adalah sindiran tajam dan saya tahu saya bersalah sehingga cepat-cepat masuk rumah. Trik ini memang sangat jitu dilakukan pada anak-anak. Tapi penggunaan yang berlebihan diyakini bisa mengganggu harga diri si anak.
  • Trik ini merupakan trik yang paling umum. Saya anak jendral bisa juga di ganti dengan saya saudara Pak xxx dan disertai dengan penyelipan kartu nama pejabat kepolisian. Dalam menjalani trik ini, anda harus bisa memasang tampang sok yakin dan percaya diri, disertai dengan berbicara dengan suara lantang, agak sok, dan yang pasti penuh keyakinan.

    Contoh Skenario:
    Polisi: “Selamat pagi, ibu telah melanggar pasal sekian karena sekian-sekian”
    Anda: “YA SUDAH! YA SUDAH! TILANG SAJA SAYA SEKARANG! AYO CEPAT! TILANG SAJA!”
    Polisi: “HMMMM?maaf bu, memangnya ibu..siapa ya?”
    Anda: “NGAPAIN TANYA-TANYA SIAPA AKU! KALAU KAU MAU TILANG, YA TILANGLAH SANA!”
    Polisi: “Maaf bu, ibu kenal siapa?”
    Anda: “MEMANGNYA KALAU AKU KENAL SIAPA-SIAPA KENAPA? HAH? MAU KAU TILANG LEBIH BESAR LAGI? HAH?”
    Polisi: “Engga bu, lain kali hati-hati ya”

    Mengapa trik ini tidak pernah gagal? Sebenarnya trik ini merupakan teknik yang dalam ilmu psikologi disebut dengan Reverse Psychology, dimana seseorang melakukan persuasi dalam mengarahkan lawan bicara dengan melakukan hal yang justru tidak diinginkan oleh lawan bicara. Menyuruh pak polisi untuk menilang dengan lantang akan memicu reaksi tersendiri dalam diri Pak Polisi, yaitu respon negatif saat menanggapi sebuah persuasi, sehingga bertindak justru kebalikan persuasi yang diberikan (melepaskan dan tidak menilang).

    Teori psikologi ini berasal dari abad kuno Indonesia, dan dalam masyarakat dulu lebih dikenal dengan sebutan gertak sambal yang artinya sebenarnya kita hanya menggertak. Jadi seseorang sebenarnya tidak mempunyai kekuatan atau kekuasaan yang dia miliki tetapi dia hanya membual. Semakin yakin dan percaya tindakan anda, lawan bicara semakin ragu akan kemampuan nya sendiri dan tidak berani mengambil risiko untuk melawan kita.

  • Jika kamu akan menggunakan pembalikan logika sesuai keinginanmu, kamu harus mengatakannya secara halus. Misalnya kamu ingin teman sekamarmu mencuci piring karena saat ini adalah gilirannya. Berkatalah dengan halus seperti ini:

    “Hei, apa kamu merasa keberatan mencuci piring? Sekarangkan giliranmu?”

    Kemudian dalam contoh berikut ini kita asumsikan teman sekamar anda pemalas dan pendekatan yang halus tidak berhasil. Jadi apa yang akan kamu lakukan? Cobalah seperti ini:

    “Hei, aku sudah memutuskan kalo aku tidak ingin mencuci piring lagi dan aku hanya akan membeli barang-barang sekali pakai saja. kamu keberatan tidak? Kalo kamu mau nitip sesuatu, aku bisa membelikannya untukmu, namun tentu saja dengan uangmu sendiri.”

    Kata diatas adalah alternatif terburuk agar anda tidak mencuci piring dengan tanpa disalahkan. Daripada anda sibuk saling tuduh giliran siapa yang mencuci piring, kemudian tinggal teman sekamar andalah yang akan berpikir untuk mencari alternatif yang baik. Begitulah bagaimana psikologi terbalik bisa efektif, selama kamu mengucapkannya dengan tulus.

  • Bagi mereka yang setingkat lebih dewasa seperti remaja, dimana setiap remaja sudah memiliki alter ego dan keinginan untuk diakui, ia cenderung akan melawan perintah, sehingga seringkali apa yang diucapkan orang tua atau guru justru akan direspon sebaliknya, himbauan dan larangan biasanya diabaikan sebagai ajang pembuktian diri.

    Sehingga bagi seorang yang memiliki pengetahuan psikologi terbalik, ia dapat menciptakan suasana seolah berkebalikan dengan apa yang ia inginkan untuk mendapatkan respon dari orang-orang disekitarnya. Ya ya ya psikologi terbalik adalah seni untuk menarik perhatian orang dengan rangsangan yang berlawanan, sehingga orang lain melakukan hal yang ia inginkan tanpa disadari orang tersebut. Para konsultan periklanan akan menyarankan sebuah judul semacam Don’t Read This Book agar tulisan kliennya mendapat perhatian lebih dari publik.

  • Psikologi terbalik juga bisa digunakan untuk menyerang lawan jenis agar jatuh hati padanya. Contoh yang paling umum adalah mengkondisikan kondisi psikologis targetnya justru membencinya, sehingga secara tidak langsung memori target akan penuh dengan gambaran kebencian terhadap subyek, dan pada kondisi tertentu ia akan merasakan kecanduan untuk selalu memikirkan subyek, disini perlahan secara tidak langsung algoritma target akan membandingkan perlakuan yang ia dapatkan dan kamuflase stigma yang terbentuk di pikirannya, dan kemudian ia akan mulai dihinggapi perasaan bersalah, mulai menerima dan akhirnya jatuh dalam perangkap.
  • Ada orang yang tinggal di sebuah apartemen di lantai tertinggi, putus asa, hilang semua semangat menjalani hidup. Ia melangkah keluar jendela, duduk di pinggirnya, siap melompat untuk menghabisi nyawa yang hanya satu. Di bawah, kerumunan orang melihat tindakannya, beberapa orang coba membujuk untuk tidak melakukan tindakan bodoh itu.

    “Sayangi hidupmu… Jangan bunuh diri! Tindakan dosa menghilangkan nyawa pemberian Tuhan! Ayolah, jangan bunuh diri!” Teriak beberapa orang untuk mencoba menghentikan usaha bunuh diri orang itu. Tapi ketika pikiran sehat dikalahkan oleh keputusasaan yang teramat sangat, orang itu menangis dan malah bertambah yakin untuk melakukannya. Teriakan orang-orang tadi malah membentuk keyakinannya untuk melakukan itu.

    Sampai ada orang yang mencoba membubarkan kerumunan di bawah, mengatakan pada mereka bahwa biarkan saja orang yang di atas ingin bunuh diri dan jangan pedulikan. Pada orang di atas yang sedang ingin menghabisi nyawanya, ia berteriak;

    “Kamu ingin bunuh diri?! Kenapa ragu? Ayo! Melompatlah agar cepat hilang nyawamu! Ketika kamu mati, tak ada yang berubah dengan kehidupan ini, dengan atau tanpamu Bumi tetap berputar, matahari tetap bersinar, kehidupan akan berjalan terus! Ayo! Melompatlah agar kami semua bisa mentertawakan kebodohanmu!”

    Dan… Orang di atas tadi tangisnya makin keras, melangkah masuk ke dalam jendela apartemennya. Ia urung melompat sebab kata-kata tadi.

Hanya orang bodoh yang sekolah,

Hanya orang kelaparan yang makan,

Hanya orang miskin yang kerja mencari uang,

Hanya orang jujur yang mengaku berbohong,

Hanya seorang pembaca yang menulis.

Seperti psikologi, tanpa kita sadari dunia juga serba terbalik, paradoks.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s